BIDANG TEKNIK SARANA DAN PRASARANA DISHUBKOMINFO KABUPATEN TABANAN

dishubFOTO PROFIL DISHUB-2

 

Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dishukominfo Kabupaten Tabanan

Berdasarkan Peraturan Bupati Tabanan Nomor 41 tahun 2014, tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural Perangkat Daerah Kabupaten Tabanan, ditetapkan Tugas Pokok Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tabanan adalah melaksanakan urusan pemerintahan dalam bidang perhubungan dan bidang komunikasi dan informatika. dan melaksanakan tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali.

 

Bidang Teknik Sarana dan Prasarana mempunyai tugas :

  1. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor, parkir dan perbengkelan.
  2. Merumuskan sasaran kegiatan di bidang Teknik Sarana dan Prasarana.
  3. Merencanakan dan melaksanakan pembuatan marka jalan.
  4. Meyelenggarakan pembangunan dan peningkatan prasarana perhubungan.
  5. Menyusun persiapan dan pelaksanaan kegiatan operasional penanganan prasarana perhubungan.
  6. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan pedoman kerja yang telah ditetapkan agar tugas-tugas terbagi habis.
  7. Memberikan petunjuk kepada bawahan agar hasil kerja sesuai dengan yang diharapkan.
  8. Menilai hasil kerja bawahan sebagai bahan pengembanga karier.
  9. Menginventerisasi permasalahan Bidang Teknik Sarana dan Prasarana secara keseluruhan serta mengupayakan alternatif pemecahannya.
  10. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
  11. Membuat laporan hasil kegiatan kepada atasan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban.

 

Seksi Pengujian kendaraan mempunyai tugas :

  1. Melaksanakan pengujian kendaraan bermotor.
  2. Melakukan bimbingan pengelolaan unit pengujian kendaraan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Melakukan pengujian perubahan bentuk bagi kendaraan yang mengalami perubahan bentuk karoseri dan penambahan sumbu ketiga.
  4. Menginventarisasi data kendaraan bermotor yang wajib uji.
  5. Mengadakan pembinaan teknis dan administrasi kepada dan administrasi kepada pengusaha yang berkaitan dengan perbengkelan.
  6. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan pedoman kerja yang telah ditetapkan agar tugas-tugas terbagi habis.
  7. Memberikan petunjuk kepada bawahan agar hasil kerja sesuai dengan yang diharapkan.
  8. Membimbing, mengarahkan bawahan dalam pelaksanaan tugas.
  9. Menilai hasil kerja bawahan sebagai bahan pengembanga karier.
  10. Menginventerisasi permasalahan seksi pengujian kendaraan bermotor serta mengupayakan alternatif pemecahannya.
  11. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
  12. Membuat laporan hasil kegiatan kepada atasan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban.

 

Seksi Perpakiran mempunyai tugas :

  1. Melaksanakan perencanaan, pengelolaan perpakiran.
  2. Menyiapkan perencanaan tempat parkir, kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor..
  3. Menunjuk lokasi pembangunan tempat parkir dan jembatan penyeberangan.
  4. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan kepada pemungut retribusi parkir.
  5. Melaksanakan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana perparkirran.
  6. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan pedoman kerja yang telah ditetapkan agar tugas – tugas terbagi habis.
  7. Memberikan petunjuk kepada bawahan agar hasil kerja sesuai dengan yang diharapkan.
  8. Membingbing, mengarahkan bawahan dalam melaksanakan tugas.
  9. Menilai hasil kerja bawahan sebagai bahan pengembangan karier.
  10. Menginventerisasi permasalahan seksi perpakiran serta mengupayakan alternatif pemecahannya.
  11. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
  12. Membuat laporan hasil kegiatan kepada atasan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban.

 

Seksi Perbengkelan mempunyai tugas :

  1. Melaksanakan Pelayanan Administrasi Perbengkelan.
  2. Melakukan bimbingan pengelolaan untuk kendaraan perbengkelan dan perawatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Mengadakan pembinaan teknis dan administrasi kepada pengusaha yang berkaitan dengan perbengkelan.
  4. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan pedoman kerja yang telah ditetapkan agar tugas – tugas terbagi habis.
  5. Memberikan petunjuk kepada bawahan agar hasil kerja sesuai dengan yang diharapkan.
  6. Membimbing, mengarahkan bawahan dalam melaksanakan tugas.
  7. Menilai hasil kerja bawahan sebagai bahan pengembangan karier.
  8. Menginventerisasi permasalahan seksi perbengkelan serta mengupayakan alternatif pemecahannya.
  9. Mengadakan pembinaan teknis dan administrasi kepada dan administrasi kepada pengusaha yang berkaitan dengan perbengkelan.
  10. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
  11. Membuat laporan hasil kegiatan kepada atasan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban.

 

lat&ap