Tim WTN Pusat Kembali Menilai Tabanan

Tabanan  Setelah tinjau lapangan, Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2016, memaparkan hasil penilaian atas verifikasi lapangan, Kamis (11/08). Rombongan diterima Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya beserta jajaran di Kantor Bupati Tabanan.

IMG_6093

Wakil Bupati Tabanan Menerima Catatan Lapangan Yang Diserahkan Oleh Tim Penilai

Tujuan penyelenggaraan penghargaan WTN adalah mendorong Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan, sehingga tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan, dan menjamin ekuitas (kesetaraan) hak pengguna jalan.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Tabanan menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha. Baginya keikutsertaan Kabupaten Tabanan dalam lomba WTN ini merupakan sebuah kebanggaan dan pemacu semangat serta juga mengucapkan terima kasih kepada tim penilai karena sudah memberi masukan positif dan memberikan apresiasi terhadap program unggulan Pemkab Tabanan di bidang lalu lintas. Menurutnya, suatu negara dianggap maju apabila lalu lintasnya terkontrol dengan baik dan berjalan lancar.

“ Ukuran keberhasilan seorang pemimpin di sebuah negara bisa dilihat dari lancar tidaknya laju lalu lintas di negara tersebut. Apabila lalu lintasnya lancar tanpa terkendala macet sedikitpun, artinya pemimpin tersebut bisa dikatakan sukses ” ujarnya.

Menurutnya, penilaian ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah Kabupaten/ Kota untuk menerapkan sistem transportasi dan lalu lintas yang baik. “Kami telah melakukan berbagai inovasi salah satunya dengan program Trans Serasi untuk mengatasi kemacetan dan menekan angka kecelakaan di jalan raya. Selain itu, untuk mengantisipasi jalur ekstrem di wilayah Tabanan bagian barat juga telah dibangun short cut dan Traffic Accident Center,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tabanan I Made Agus Harthawiguna memaparkan di tahun 2016 ini pihaknya beserta jajaran terus bekerja keras untuk memperoleh WTN dengan melakukan pembenahan-pembenahan. Diantaranya perbaikan marka jalan dan trotoar secara bertahap karena kondisi sebelumnya cukup parah. Selain itu juga dilakukan pembangunan prasarana angkutan/ halte serta melakukan sosialiasi, bimbingan dan penertiban kepada para pengguna jalan “ Kami beserta jajaran terus berkomitmen mewujudkan Tabanan tertib lalu lintas dengan melakukan beberapa terobosan seperti melanjutkan Program Trans Serasi dengan menambah jumlah armada menjadi 80 buah, selain itu kami juga telah menyelenggarakan program mudik gratis ” ungkapnya.

“ Suatu kebanggaan bagi kami di Tabanan karena program Trans Serasi mampu mengundang beberapa daerah tidak hanya di Bali saja, namun daerah luar untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Tabanan. Mudah-mudahan hal ini mampu mendongkrak penilain tim pusat sehingga Tabanan bisa meraih WTN tahun 2016 karena kami ingin mempertahankan Piala ini kembali ke Kabupaten Tabanan, dan ini tentunya semua untuk masyarakat Tabanan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kementerian Perhubungan RI, Mohammad Malawat menjelaskan, Program angkutan siswa gratis diharapkan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. “ Program ini merupakan terobosan jitu dan pantas dijadikan percontohan oleh daerah lainnya dan sejauh ini kami tidak menemukan masalah yang berarti, karena kami lihat para pengguna kendaraan bermotor sudah memakai helm, kami juga tidak menemukan angkutan umum tidak resmi seperti gojek dan angkutan berplat nomor hitam di Kabupaten Tabanan, namun masih ada pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Hal ini perlu disosialisasikan dengan melibatkan pihak kepolisian” imbuhnya.

Setelah paparan dari Tim Penilai, Wakil Bupati Tabanan menerima Catatan Lapangan yang diserahkan oleh Tim Penilai.

-desiminasi-

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *